Jul 14, 2010

# Fiksi # Love Life story

Sang Gadis, pria dan kekasihnya

Laptop ada di pangkuanku,, dengan tangan penuh inspirasi mengepul, dan segelas kopi pahit tanpa gula, di atas atap dan angin bandung yang mulai bergemuruh mengacak-ngacak rambutku. Kakiku berayun ayun ditepi atap datar.
Tapi tetap inspirasi di tangan tidak mampu benar-benar menstimulasikannya keotak, jariku tetap kaku bukan karena dingin nya angin, tapi karena tak tahu harus memulainya dari mana.
Mungkin aku adalah satu dari jutaan wanita diluar sana yang melewati half life time crisis nya, atau bahkan aku adalah satu dari sejuta orang yang mulai ragu akan harus memilih tentang cinta, berada di persimpangan, dan akhirnya merasa sulit untuk memilih.
I wanna share my story life, im a grey girl 23 tahun hidup dengan banyak tuntutan dan kerisauan, bahkan doa terucap setiap malam belum mampu membuat nya yakin akan apa yang akan putuskan untuk hidupnya.
***


September 2004
Gadis itu menangis di halte bis, membuka softlens nya dan mencoba ikhlas atas apa yang baru saja terjadi, dia baru saja menanggalkan seragam putih abu-nya di terima disebuah perguruan tinggi negri terkenal di bandung. Harusnya iya bangga akan hal itu, tapi buktinya dia dapat memasuki Universitas itu tapi dia kehilangan seseorang yang telah mengisi hari-harinya selama setahun terakhir dia melewati masa putih abunya. Dan hari ini, dia harus rela melepaskan orang itu pergi dengan dunia nya. Saat itu dia patah hati dan merasa menjadi orang paling menderita di dunia, dan seperti merasa tidak akan tersenyum lagi.
Mungkin itu hal yang wajar untuk seorang ABG labil yang baru saja merasa patah hati, meski dia telah berkali-kali merasakan nya. Tapi Tuhan Maha Adil.
****
Gadis itu berjalan memasuki gerbang universitas, dimana ia akan menghabiskan tiga tahun kedepan disini. Dan hidup itu penuh misteri unpredictable. Tidak perlu menunggu lama hanya empat hari setelah gadis itu merasa menjadi orang paling merana di dunia, Tuhan mengirimkan nya sebuah hadiah. Hadiah yang akan menemaninya melewati masa-masa indah kuliah.
And the show has begin..
Daerah dago mulai ramai, dipojok sebuah tempat makan terlihat segerombolan mahasiswa baru yang sedang tertawa gadis itu ada diantara orang-orang itu larut akan tawa. Dering ponsel dari rumah pun tak ia hiraukan, kesedihan empat hari lalu tak iya rasakan..
18 September 2004 11.30 p.m
Gadis itu melempar tasnya, dan berbaring diatas kasur pikirannya menerawang entah apa yang iya pikirkan. Lamunannya buyar seiring dengan dering dari ponselnya menandakan ada sebuah pesan masuk.
“ Ati-ati dijalan, bisi ngagorolong..”
Sebuah pesan yang benar-benar singkat. Gadis itu tersenyum dan segera memijit tuts untuk membalas pesan itu, dan akhirnya kegiatan saling membalsa sms pun berlalu hingga pukul tiga pagi.
19 September 2004 03.30 a.m
“ emng type ce kamu yg kyk gmn?”
Send  OK
1 message receive
“ yang manja”
Reply  “wah aku yang masuk tipe ce kamu dunk, aku kan ga manja”
Send  OK
1 message receive
“ ga papa ko, nah sekarang kamu dah masuk criteria ce aku, maw ga jd ayang aku?”
Reply  “ yakin? Emang mau jd pacar aku?”
1 message receive
“yakin”
Reply  “ OK, aku maw jadi pacar kamu”
Send  OK
1 message receive
“ wah,serius sekarang aku boleh dunk manggil kamu ayang?”
***
Saat itu, gadis itu pun tak yakin dengan dengan apa yang ia putuskan, semuanya berjalan apa adanya. Rasa cinta, sayang mengalir begitu saja tanpa ada paksaan dan tanpa ada konsep semua berjalan dan mengalir apa adanya, tanpa membuat jalur untuk dilewati. Masa tiga tahun kuliah dilewati bersama, mengerjakan tugas bersama, saling memberikan support, diwarnai dengan pertengkaran-pertengkaran kecil.
Pria itu dengan setia menjemputnya setiap pagi dengan motor hitam anggun nya (where r u now miss. Anggun?) melewati panjang nya jalan Soekarno - Hatta dengan menyanyikan lagu Because of u berteriak untuk menghalau rasa dingin walau tangan gadis itu tak pernah melepaskan pelukannya. Berhenti sejenak hanya untuk sarapan bubur dipinggir jalan. Menyusuri kota bandung hingga tersesat, sampai berdebat disebuah mall hanya untuk menentukan tulisan apa yang akan dibuat menjadi sebuah cutting sticker yang akan menjadi symbol dari hubungan mereke berdua. Menukarkan selembar uang menjadi beberapa koin hanya untuk bermain Daytona yang berujung hilangnya ponsel sang gadis. Dengan setia gadis itu menemani orang yang ia sayang bermain basket, hingga tanpa sadar ia tertidur dipinggir lapang basket. Menemaninya bermain futsal dan tak jarang gadis itu harus bolak balik untuk membeli minum. Dan gadis itu menikmatinya mendengarkan cerita tentang kenakalan masa kecil bersama teman-teman masa kecil pria itu di sudut ruangan sempit kos nya sampai jam tiga pagi hanya ditemani snack keju yang setelah bertahun-tahun pria itu baru jujur kalau dia tidak menyukai snack itu. Pengertian dan pengorbanan yang berjalan begitu saja tanpa diminta dan tanpa tuntutan. Tidak pernah terbesit perselingkuhan dibenak mereka, saling mencintai kekurangan masing-masing dan bertahan dengan apa yang mereka rasakan.
Beberapa kejutan dibuat ketika masing-masing berulang tahun. Tak pernah sekalipun melewatkan tanggal 19 september tanpa saling memberi ucapan happy aniversarry dan doa semoga setiap tanggal itu meraka akan tetap ada dan masih bersama.
11 Desember 2004
Rumah itu terlihat sepi, gelap dengan perlahan gadis itu membuka pintu dan terdengan alunan music “happy birthday” dengan lembut sebuah kue buatan ibunya terlihat di atas meja, tanpa terasa mata gadis itu mulai berkaca-kaca banyak doa terucap dari mulut ibu nya yang sampai detik ini gadis itu tetap menganggap nya ibu.
14 february 2005
Si ulil, sebuah boneka ulat hijau menjadi hadiah pertama dari sang pria untuk sang gadis sekaligus satu-satunya hadiah valentine bagi sang gadis.
18 Maret 2005
Jalanan sudah mulai sepi, satu kebodohan telah dibuat sang gadis, dia lupa membeli lilin! Dia mengajak beberapa temannya untuk ikut memberi kejutan pada orang yang ia sayangi. Tepat pukul duabelas semua lampu dimatikan dan disudut kamar itu sang pria telah tertidur karena kesal. Sang gadis dengan beberapa temannya masuk, membangunkannya dan mengucapkan selamat ulang tahun. Tampak keterkejutan disana.
19 September 2005
Gadis itu masih menunggu tak biasa nya sang pria telat menjemput, ketika pria itu datang membawa setangkai bunga dan ucapan “happy anniversary”..*dan si pria baru sadar kalau dia tertipu oleh si pedagang bunga, karena bunga tersebut adalah bunga plastik*
11 Desember 2005
Kejutan kecil dirangkai sang pria dengan teman-temannya membaut kejuatan dengan menyanyikan lagu happy birthday. Di rumah sang gadis setelah pulang dari berburu berita.
18 Maret 2006
Sebuah kejutan kembali di buat sang gadis, mengumpulkan 19 buah hadiah dikumpulkan untuk ulangtahun orang yang amat ia sayangi. Dengan hadiah utama sebuah boxer merah yang saat ini keberadaannya telah menjadi lap karena kelapukan kain tersebut.
19 September 2006
2nd anniversary.. sang gadis membuat video foto yang seluruhnya berisi foto tentang sang pria, dengan lagu ‘I remember nya mocca”. Dan keberadaan video ini pun hilang entah dimana, raib oleh virus-virus tak bertanggung jawab.
11 desember 2006
Sang pria datang membawa rombongan nya pagi2 sekali untuk menemui sang gadis… dan sampai kapan pun gadis ini tidak akan pernah melupakan kejadian itu, sebuah boneka babi yang akhirnya dijuluki ‘si belang’ menjadi hadiah terindah bagi sang gadis.
18 Maret 2007
Hanya melalui malam bersama dirumah sang pria..

19 september 2007
Memberikan uang koperasi untuk ibu sang pria sebagai uang tambahan untuk periksa ke dokter…
11 desember 2007
Mereka hanya menghabiskan waktu berdua
18 maret 2008
Sang gadis memberikan sebuah hadiah kepada sang pria, saat itu mereka sedang menjalani long distance relationship.. tapi pada saat itu adalah best part nya si pria. And she love him much.
19 september 2008
4 tahun perjalanan cinta mereka, sang gadis merasa kalah karena sang pria hampir tidak ingat, tapi wajar Karena tanggal ini juga adalah tanggal ulangtahun sang Ibu.
Sang gadis merasa semakin tersudut, 4 tahun perjalanan mereka seperti tanpa jejak, 4 tahun yang mereka lalui seperti tanpa bekas, dan dia hanya mampu bertahan tanpa tahu harus bersandar dimana dan tanpa pegangan kapan ini berakhir
***
Gadis itu memasuki sebuah warnet membuka situs jejaring pertemanan dan mengaktifkan YM nya.
ER : Hi ce, kurusan sekarang
Gadis : iya dunk, jd cantik y?
ER : Iya, ak jd suka..
Gadis : Halah basi
Percakapan itu berlalu dan terlupakan begitu saja, hingga suatu hari..
Ramadhan 2008
Sang gadis tiba – tiba menerima telepon dari no yang dirahasiakan. Ternyata telepon itu berasal dari pria yang beberapa waktu melakukan percakapan lewat YM, sebut saja pria kedua.
Obrolan berlalu tanpa terasa, dan berlanjut hampir tiap malam, sang pria kedua ini menelepon sang gadis.
Sementara hubungan gadis dan pria pertama mulai agak renggang karena sang gadis mulai merasa jengah, sang pria sudah lama tak berkunjung ke rumah sang gadis. sang gadis merasa hubungan mereka sama sekali ga ada timbal baliknya, sang gadis merasa sang pria semakin tidak memperdulikannya. Pulang kuliah malam hari hanya ada ucapan hati-hati walaupun beberapa kali sang pria datang menjemput.
Masalah kecil, yang selama ini selalu dipendam sang gadis mulai menumpuk dan menjadi bom waktu yang bisa saja meledak kapanpun ia mau, mungkin sudah waktunya bom itu meledak dan akhirnya memporak-porandakan hatinya. Membuat mata hatinya buta, melupakan semua pengorbanan yang mereka lewati selama empat tahun. Yang walaupun telah sia-sia tapi sang gadis tidak pernah merasa sia-sia, karena ia merasa telah menemani sang pria dimasa sulitnya.
Aku berhenti sejenak, dan berpikir mengapa ini selalu terjadi pada sang gadis, pergi ketika orang yang ia sayang perlahan menajdi orang baik, apakah ia seperti the nanny atau seperti seorang malaikat yang hanya mampu menarik seseorang dlam kesulitan dan pergi ketika orang tersebut telah memliki hidup yang lebih baik, dan sang gadis harus tetap memulai nya dari awal?
Tanpa dia sadari, kehadiran pria kedua membawanya jauh dari kekasihnya, tapi snag gadis merasa lebih bahagia, merasa jauh dari kejenuhannya, dan Iya sang gadis terlah berselingkuh, The right man,but not the right time.
11 des 2008
Dengan merangkak, si pria mencoba menggapai kembali hati sang gadis yang perlahan pergi, membuat sebuah video message. Sang gadis telah berubah menjadi tidak punya hati, mata dan telinga, seolah menutup seluruh kejadian indah yang terjadi antara mereka. Dengan leluasa menghujam dan menghantam hati sang pria. Sebuah foto hasil editan sampai saat ini masih menggantung d dinding kamar sang gadis. Mungkin ini adalah kejutan terburuk yang pernah ada selama selama mereka menjalin hubungan.


07 Januari 2009
Hari ini, sang pria benar-benar pergi meninggal kan sang gadis atau tepat nya pergi karena dipaksa untuk pergi…
***
Aku termenung, menghisap sisa-sisa inspirasi di tangan ku angin masih berhembus kencang, masih bingung menggambarkan bagaimana hidup sang gadis saat itu. Aku bangkit pindah tempat yang lebih nyaman untuk bercerita.
Kamar ini begitu sempit, tapi di kamar ini pria itu pernah mencurahkan seluruh beban hidupnya di pelukan sang gadis. Waktu terus berjalan, waktu empat tahun yang dilewati berlalu begitu cepat terlalu banyak kenangan disini. Foto-foto mereka masih terpajang, sebuah liontin bergambar wajah mereka masih menggantung disalah satu sudut kamar ini.
***
***
Sang gadis menangis, entah apa yang dia rasakan saat itu. Yang ia tahu ia harus cepat-cepat meminta maaf dan mengakhiri semuanya. Tanpa pikir panjang sang gadis mengambil jaket, membawa kunci motor dan pergi kerumah sang pria, tujuan nya hanya satu ; yaitu meminta maaf.
Sepanjang jalan, air mata sang gadis tidak mau berhenti air matanya mengalir dan terbawa angin malam. Dia ingin cepat-cepat sampai dirumah sang pria.
Rumah itu begitu sepi, sang gadis memarkirkan motornya di halaman rumah dan memasuki gerbang mengetuk beberapa kali. Akhirnya kakak sang prialah yang datang membukakan pintu. Saat itu ibu sang pria sedang tertidur, urung niat sang gadis untuk segera meminta maaf. Dia hanya mampu memeluk sang kakak dengan air mata yang terus mengalir, matanya bengkak karena sudah dua malam dia tak tidur dan terus menangis, jiwa nya kosong, seperti ada yang hilang dan lenyap.
Akhirnya ibu sang pria bangun. Sang gadis menghampiri dan mengobrol sebentar hingga akhirnya pamit untuk pulang, tapi hujan diluar semakin deras perasaan sang gadis pun bimbang, apakah ini waktu yang tepat untuk meminta maaf sang bunda? Hujan pun agak mereda, sang gadis pamit memeluk sang ibu dan langsung meminta maaf, saat itu air matanya tak mampu lagi terbendung. Terucap doa-doa dari mulut sang ibu, mungkin merasa bahwa sang gadis akan memerlukan waktu lama untuk kembali kerumah itu. Rumah dimana biasa ia menghabiskan waktu bersama sang pria, rumah dimana ia pernah menjadi bagian dari keluarga itu, menonton tv, bermain PS, menonton dvd, mengasuh sepupu sang pria.
Waktu memang tidak bisa diputar, kenangan yang pernah tergoreskan tidak mungkin dapat diulang. Hidupnya bagaikan kaset yang kusut, ia tidak mampu mereplay kaset itu yang ia mampu hanya tinggal membuang nya, karena untuk menyusunnya kembali seperti semula sangatlah sulit dan membutuhkan waktu lama.
Diluar hujan masih turun, jalan sudang lengang dan gelap. Sang gadis berada di motornya, dengan pikiran yang sangat tak karuan, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sang hujan yang telah berhasil membuatnya basah kuyup dan menggigil kedinginan, tanpa sadar mulut nya menyenandungkan sebuah lirik yang biasanya ia nyanyikan bersama sang pria. Tapi kali ini ia sendirian, tangan nya tak lagi memeluk punggung seseorang tapi tangannya lah yang memegang kemudi, mengendalikan sendiri akan dibawa kemana hidupnya. Sendiri dan menggigil takut akan hari esok.
Pikirannya hanya satu, ingin cepat-cepat berbicara langsung dengan sang pria, meminta maaf nya dan ia akan merasa lebih tenang untuk menjalani harinya.
Sang gadis mencoba menghubungi sang pria, pikirannya yang kacau tidak menyadari sesuatu hal. Sang pria sekarang sudah tidak sendiri, sang pria telah menemukan orang yang bisa diajak berbagi, sang pria telah melangkah jauh kedepan.
Begitu dia sadar, dia merasa bodoh. Tapi dia tetap bersikeras untuk menyelesaikan semua kegundahan hatinya malam ini juga, tidak ada hari esok, karena hari esok dia harus sudah menjadi seekor kupu-kupu terbang bersama sayap nya meninggalkan masa lalunya dan terus terbang.
Tapi entah mengapa, rasa sakit tiba-tiba hinggap di hatinya. Tapi mengapa? Bukankah harusnya sang gadis merasa senang bahwa sekarang sang pria telah menemukan orang yang bisa berada disampingnya dan semoga tidak melakukan hal bodoh seperti dirinya dulu? Tapi kenapa dia menangis?
Malam itu sang gadis tidak berhasil berbicara dengan si pria, tp tekad nya sudah bulat untuk mengakhiri semuanya, sebuah sms yang panjang nya seperti surat pun akhirnya ia kirim. Dan ia bertekad itu adalah sms terakhir.
Perlahan gadis itu bangkit, melepaskan semua foto mereka didinding dan meletakkan nya dlam sebuah kotak, dimana kotak itu menyimpan kenangan tentang mereka semua, dia melepaskan liontin yang tergantung setia di salah satu dinding kamar itu, menyimpan dua buah gelang pemberian sang pria, memasukan si belang kedalam lemari, sebuah boneka babi yang selama ini setia menemani nya tidur.
Gadis itu pun menarik selimut dan tertidur menyambut hari esok. Dan dia tidak akan pernah sama lagi seperti dulu..
***
Gadis itu akan terus mencoba bangkit menyembuhkan lukanya sendirian, dua luka sekaligus yang ia terima memang kadang karma itu datang begitu cepat. Tapi satu keyakinan sang gadis, dia pasti akan bangkit secepatnya, menyimpan seluruh memory kenangan itu rapat-rapat di bilik hatinya, dan satu-satu nya kunci untuk membuka bilik itu ia buang jauh-jauh agar kenangan itu tidak akan terbuka lagi.
Sang gadis telah belajar banyak dari pengalaman cintanya kali ini, tujuh bulan merasakan perang batin. Menutup hati, mata dan telinga nya. Tapi ia yakin Tuhan punya rencana yang indah di depan untuk dirinya. Kini ia harus belajar lebih ikhlas, untuk mengikhlaskan orang-orang yang ia sayang bahagia dengan orang lain.

Life in unpredictable…

Inspirasi ditangan ku sudah tak mengepul lagi, ini adalah inspirasi terakhir yang akan ada ditanganku, besok inspirasi itu akan terbuang bersama abunya. Aku bangkit memijit tombol ctrl + S dan pergi meninggalkan laptop tanpa mematikannya… karna perjalanan sang gadis belumlah berkahir…

5 comments:

  1. halo,,tik,,tik,,,
    nih kunjungan nya hehe,,,,
    wah lucu banget blognya,,,hehe,,,

    ReplyDelete
  2. sepertinya tak asing.
    manusia hanya bisa berencana,sang DIA yang punya kuasa.

    ReplyDelete
  3. Yoga...wiihiii ada pondpk hijrah,,hehee polowbek dunk hehe

    sangmalam
    hahah pasti tak asing lah gus :P
    yup benulll

    ReplyDelete
  4. 2004 not twitter yet .. hhu
    nice nice strories ..

    -Uncle

    ReplyDelete
  5. :k: hahaha iya bener,,,,blm ada twitter

    ReplyDelete

Followers

Follow Us @soratemplates