Thursday, July 10, 2014

Kemana 9 elemen Jurnalistik, MATI kah?

July 10, 2014 1 Comments


Saya adalah alumni FIKOM UNPAD, 3 tahun di jurusan BROADCASTING yang mata kuliahnya berdasar pada ruang lingkup JURNALISTIK.
Yang saya dapat di bangku kuliahan adalah menjadi seorang wartawan itu berat, makanya S1 nya saya mengambil jurusan Public Relation. Mengapa menurut saya menjadi wartawan itu berat? karena menjadi wartawan itu gak sembarang bikin tulisan, gak sembarangan ngasih kabar ke orang, ini wartawan, bukan ibu-ibu yang ngumpul di tukang sayur. Ada etikanya, salah satu yang 'mengatur' wartawan itu adalah 9 elemen Jurnalistik. Yang menurut saya, selama pilpres ini berlasung, ada beberapa media yang menguapkan 9 elemen ini. Isinya kira-kira begini (meski sang wartawan harus tunduk pada aturan media tempat dia bekerja) :

Friday, May 23, 2014

Erson Falah Alcantara

May 23, 2014 0 Comments




Namanya Erson, nama yang jarang terdengar. Karena itu adalah kependekan dari nama Ayahnya " Erlangga Reza's Son". Lahir dengan berat 3,1 Kg dan panjang 49cm, tanggal 21 Februari 2014.
Entah mereka tulus berucap atau hanya basa-basi, semua yang melihat dia pasti bilang dia lucu. Satu yang aku yakin kalau mereka jujur adalah ketika mereka bilang kalau Erson Chubby dan gendut.
Di usianya baru saja menginjak 3 bulan, beratnya sudah 7,5kg. Sudah pake popok size M.

Sebagai seorang Ibu yang juga bekerja, meninggalkan dia di rumah adalah hal yang berat. Tak jarang anaknya pundung gak mau liat muka ibunya ketika pulang kerja, dan jujur itu tuh sakit tapi seneng, seneng karena daya motorik dan perasaan nya sudah mulai berkembang baik.

Rasanya tak pernah puas memeluk dan menciumnya. Selalu ada sesuatu yang membuat rindu.
Erson mulai berceloteh, mulai berisik.. dan mulai tertawa untuk pertama kalinya saat usia 2bln.. i'm happy



Dan hari ini, lagi kangen-kangennya sama bocah chubby satu itu..

miss my erson.






Thursday, February 13, 2014

Terima kasih, terima kasih dan terima kasih

February 13, 2014 1 Comments


'Terima kasih' adalah sebuah kalimat sederhana tapi sangat sarat akan makna. Awal tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, eh banyak deh bukan sedikit. Banyaaakkk bedanya. Bedanya, saya sudah bersuami, lagi hamil gede, nunggu malaikat kecil kami lahir ke dunia.

Tahun pertama pernikahan kami adalah sesuatu yang luar biasa, mungkin terlihat banyak jatohnya. Tapi ternyata itulah yang membuat kami makin dekat, makin tahu kekurangan satu sama lain. Kami tidak saling menghakimi, tapi justru saling menguatkan.


Terima kasih kepada Tuhan, karena menyatukan kami berdua. Acara pernikahan kami mungkin memang tidak mewah, tapi saya bersyukur dari pernikahan sederhana kami, Tuhan langsung menitipkan sebuah nyawa dalam rahim saya.

Terima kasih kepada Tuhan, meski kami tidak bergelimangan harta, tapi kami hidup berkecukupan. Kami memang belum memiliki 'rumah' sendiri. Tapi, merangkak bersama dari bawah rasanya lebih nikmat. Semoga masa tua kami nanti, kami lebih menghargai satu sama lain, karena kami pernah jatuh dan bangun bersama. Semoga hal ini mempererat kami, tidak malah memisahkan kami.

PS : Terima kasih suami ku...
Love u so much