Mimpi dan Keyakinan

Saya adalah orang tidak percaya pada apa yang namanya 'Kebetulan' semua sudah dituliskan oleh Allah. Bukankah jatuhnya sehelai daun pun sudah dituliskanNya?
Saya percaya semua sudah di rencanakan. Tapi, tergantung kita apakah kita mau berusaha untuk meraih apa yang seharusnya milik kita.
Rejeki itu ada dua macam. Rejeki yang pasti mendatangimu dan rejeki yang harus engkau datangi. Yang pertama akan sampai kepadamu walaupun engkau dalam kondisi lemah. Dan yang kedua tidak akan pernah sampai kepadamu, kecuali dengan usahamu dan itu juga bagian dari rejekimu.Jenis rejeki yang pertama ialah karunia Allah, dan yang kedua adalah keadilan dari Allah.(Ali bin Abi Thalib k.w.)

Ketika menikah, saya betul-betul tidak memiliki apa-apa (harta,red), saya hanya memiliki keyakinan kalau kami berdua mampu menjalani hidup ini berdua, hany a dengan bantuan Allah, dan tidak menyusahkan siapapun termasuk orang tua.

Hari ke-3 menikah, saya diboyong suami ke kosan, Iya kosan hanya sepetak kamar dan kamar mandi. Tapi layak huni kok, sumpah. Sebulannya 500rbu di kawasan Pasar Baru. Aksesnya mudah kemana-mana. Bulan ke-2 Alhamdulillah, Allah menitipkan nyawa dalam perut saya. Kami pindah rumah ke kawasan Margahayu raya, dan masih sepetak kamar, tapi nyaman banget dan dekat kantor. Saya bisa jalan kaki dari kosan ke kantor (mungkin banyak jalan ini lah yang membuat saya lahirannya gampang :p)

Saat hamil, saya pernah membuat gambar ini, dan saya pasang jd wallpaper HP, laptop, dan PC kantor:

dream house car baby

Mimpi..iya ini mimpi duniawi saya. 2014, beli perlengkapan bayi yang lengkap, 2015 punya mobil. Kenapa mobil dulu baru rumah? Alasannya cuman satu: ANAK! Saya sering miris kalau liat bayi yang di bawa2 sama orang tuanya naik motor. Tapi memang terpaksa naik motor kan? Nah, saat itu saya berfikir gak mau bawa anak pake motor. Kasian, kepanasan, debu dll. Kalau rumah masi bisa ngontrak hehe

Banyak yang mencemooh saya, karena saya tinggal di kosan, menikah bukan dengan orang kaya. Tapi, saya selalu percaya, jika suatu hari nanti kami bisa, asal kami tetap berusaha dan tetap berada di jalan Allah. :D

Lalu bagaimana mimpi saya itu, sekarang sudah tahun 2015, lho.
2014: Alhamdulillah, tanpa beli barang2 bayi..di usia kandungan 8 bulan. Banyak kado berdatangan, perlengkapan bayi lengkap tanpa beli2, Syukur Alhamdulillah.
masih disimpen :D
2015 : Allah Maha Baik, tiba-tiba semua lancar, rezeki sekecil apapun saya syukuri. Memiliki anak lucu saja sudah lebih dari cukup, lalu kejaan suami makin lancar, dan April 2015 Alhamdulillah sudah ada mobil yang bisa di parkir di garasi rumah. 

2016:... Minta doa-nya semoga bisa punya rumah sendiri, karena sekarang masih ngontrak.

Alhamdulillah....


Comments

  1. Alhamdulillah, ikut seneng, moga mimpi yang lain segera terwujud ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, Amin..semoga ya Mba, Buat mba juga ya :)

      Terima kasih sudah mampir

      Delete

Post a Comment

Popular Posts